| Nama ilmiah | Ahaetulla prasina |
|---|---|
| Nama lain | ular pucuk, ular cambuk, ular hijau ramping |
| Tingkat bahaya | Bisa ringan |
| Ukuran umum | Sekitar 1 sampai 1,5 meter, sangat ramping |
| Habitat | Semak, pohon, dan pagar tanaman |
| Aktivitas | Aktif siang hari |
| Serum anti bisa | Umumnya tidak diperlukan. Tetap periksa ke dokter bila digigit. |
Ular pucuk berwarna hijau dan hidup di pepohonan, sehingga sering dianggap sama dengan viper hijau. Padahal bentuk tubuhnya berbeda, dan tingkat bahayanya jauh lebih rendah.
Ciri-ciri
- Tubuh sangat ramping, seperti tali atau cambuk.
- Kepala runcing dan memanjang, dengan moncong lancip.
- Warna hijau cerah, kadang dengan garis tipis di sisi tubuh.
- Bergerak sambil sering menjulurkan tubuh seperti ranting.
Perilaku dan bahaya
Ular ini termasuk bertaring belakang dengan bisa ringan, dan umumnya tidak dianggap berbahaya bagi orang dewasa. Namun kepastian jenis dari jarak dekat sulit, dan viper hijau yang berbahaya hidup di tempat serupa. Karena itu, jangan memegang ular hijau mana pun.
Cara membedakan dengan viper hijau
| Ciri | Ular pucuk | Viper hijau ekor merah |
|---|---|---|
| Tubuh | Sangat ramping | Relatif gemuk |
| Kepala | Runcing memanjang | Segitiga lebar |
| Ekor | Hijau | Ujung kemerahan atau cokelat |
Aturan ini membantu, tetapi tidak selalu pasti: baca penjelasan lengkap.
Jika bertemu
- Jangan dipegang atau diusir dengan tangan.
- Biarkan ular melewati jalurnya, atau hubungi petugas bila masuk rumah.
- Jika digigit, bersihkan dan periksakan ke dokter.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ular pucuk berbahaya?
Umumnya tidak, tetapi tidak ada alasan untuk memegangnya.
Kenapa tetap harus hati-hati?
Karena sulit memastikan jenis ular hijau dari jarak dekat, dan viper hijau berbahaya.