| Nama ilmiah | Calloselasma rhodostoma |
|---|---|
| Nama lain | ular tanah, oray lemah, bandotan bendor |
| Tingkat bahaya | Bisa berbahaya |
| Ukuran umum | Umumnya kurang dari 1 meter, tubuh pendek dan gemuk |
| Habitat | Tanah lembap, serasah, tumpukan sampah dan kayu, kolong rumah, lahan budidaya |
| Aktivitas | Banyak bersembunyi dan menyergap, sering diam tidak bergerak |
| Serum anti bisa | Termasuk jenis yang dicakup serum SABU/Biosave (polivalen). Keputusan pemberian ada pada dokter. |
Ular tanah adalah viper kecil yang bersembunyi di tanah. Warnanya kecokelatan dengan pola segitiga di sisi tubuh, hampir tak terlihat di antara daun kering. Gigitan biasanya terjadi karena terinjak atau tangan menyentuhnya saat membersihkan tumpukan.
Ciri-ciri
- Tubuh pendek, gemuk, biasanya kurang dari satu meter.
- Warna cokelat kemerahan atau abu dengan pola segitiga gelap.
- Kepala lebar berbentuk segitiga.
- Diam saat didekati, sehingga mudah terinjak.
Habitat
Menyukai tempat lembap: serasah, tumpukan sampah organik, kayu dan batu, serta kolong rumah. Rapikan area tersebut untuk menurunkan peluang ular bersembunyi: checklist keamanan rumah.
Seberapa berbahaya
Gigitan dapat menimbulkan nyeri dan pembengkakan yang meluas serta gangguan pembekuan darah. Serum SABU/Biosave mencakup jenis ini, tetapi tetap harus diberikan oleh dokter. Ikuti pertolongan pertama, jangan disedot, disayat, atau diikat.
Cara menghindari
- Pakai alas kaki tertutup saat berkebun atau membersihkan gudang.
- Gunakan sarung tangan tebal dan alat bantu (tongkat, garu) saat membongkar tumpukan.
- Jangan memasukkan tangan ke lubang atau tumpukan tanpa melihat.
- Terangi jalur setapak pada malam hari.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa ular ini sering terinjak?
Warnanya menyamar dan ia cenderung diam. Orang baru menyadarinya setelah digigit.
Apakah ular tanah sama dengan ular hijau?
Tidak. Ular hijau yang berbisa adalah viper hijau ekor merah, yang hidup di semak dan pohon.