Banyak orang mengira ular hanya ada di hutan atau sawah. Data dari Jabodetabek menunjukkan hal lain: ular beradaptasi di wilayah perkotaan, dan sebagian besar kasus terjadi di perumahan. Artikel ini merangkum temuan studi dan pemberitaan, lalu menerjemahkannya menjadi langkah praktis.
Apa kata studi
Studi di jurnal Media Konservasi (Khoerunisa, Kusrini, dan Mardiasturi, 2022) menelaah temuan ular di permukiman Jabodetabek pada 2015 sampai 2019. Beberapa temuan utamanya:
- 37 jenis ular tercatat di sekitar permukiman Jabodetabek.
- Dua yang paling sering ditemui adalah kobra jawa (Naja sputatrix) dan sanca kembang (Malayopython reticulatus).
- Jakarta memiliki jumlah temuan ular tertinggi, sedangkan Bogor memiliki keragaman jenis tertinggi.
- Pembangunan dan hilangnya habitat disebut memaksa ular beradaptasi di wilayah perkotaan.
- Sebagian kelompok penyelamat ular belum memiliki prosedur standar. Penulis menyimpulkan konflik manusia dan ular dapat dikurangi lewat relokasi ular, edukasi, dan translokasi, meski dampak translokasi perlu dievaluasi lebih lanjut.
Catatan membaca data
Angka dari studi mencerminkan temuan yang dilaporkan di permukiman pada periode tertentu. Itu bukan sensus seluruh ular, dan situasi di lapangan dapat berubah seiring pembangunan dan musim.
Dua ular yang perlu Anda kenali
Kobra jawa
Berbisa dan dapat menyemburkan bisa ke arah mata. Biasanya hitam legam dan mengembangkan tudung saat terancam. Pelajari profil kobra jawa dan langkah jika mata terkena semburan bisa kobra.
Sanca kembang
Tidak berbisa tetapi berukuran besar, sering masuk kandang dan rumah. Pelajari profil sanca kembang dan cara menghadapinya.
Lonjakan kobra Desember 2019
Pemberitaan The Jakarta Post mencatat bahwa setelah kemarau panjang pada akhir 2019, kemunculan kobra di permukiman melonjak. Damkar DKI Jakarta menangani sedikitnya 45 laporan kobra dalam dua minggu pertama Desember, dan petugas di Bekasi menangkap sekitar 50 kobra dalam 20 kejadian. Pemerintah Jakarta membuka layanan 112 untuk melaporkan ular, dan BKSDA Jakarta menyebut ular yang ditangkap dilepas ke habitat alaminya.
Pelajaran praktisnya: perubahan musim dapat memicu lonjakan, jadi persiapan sebelum musim hujan penting: penyebab ular masuk rumah saat musim hujan.
Apa artinya bagi Anda
- Anggap ular bisa muncul di rumah mana pun, terlebih bila berbatasan dengan lahan kosong, kebun, sungai, atau proyek pembangunan.
- Kenali dua yang paling umum (kobra jawa dan sanca) tanpa berasumsi semua ular sama. Identifikasi dari dekat tidak aman: ciri ular berbisa dan tidak berbisa.
- Tutup jalur masuk dan kurangi mangsa: cara mencegah ular masuk rumah.
- Siapkan nomor petugas dan pelajari langkah pertama saat ular masuk.
- Pilih penyedia jasa dengan prosedur jelas: cara memilih pawang ular.
Untuk gambaran wilayah per kota, lihat area layanan Jabodetabek.
Pertanyaan umum
Ular apa yang paling sering ada di rumah di Jakarta?
Dalam studi 2015 sampai 2019, kobra jawa dan sanca kembang paling sering dilaporkan di permukiman Jabodetabek.
Apakah ular lebih banyak di Bogor?
Bogor tercatat memiliki keragaman jenis tertinggi, sementara Jakarta memiliki jumlah temuan tertinggi pada studi yang sama.
Apakah memindahkan ular ke tempat lain menyelesaikan masalah?
Tidak selalu. Penulis studi menyebut dampak translokasi perlu dievaluasi lebih lanjut. Pencegahan di lokasi asal tetap penting.
Ke mana melapor bila ular masuk rumah?
Anda dapat menghubungi Damkar setempat, layanan darurat 112 di wilayah yang membukanya, atau penyedia jasa penanganan ular: Damkar atau jasa penanganan ular.
Rujukan
- Diversity of snake rescued from residential areas in Greater Jakarta Metropolitan Area, Media Konservasi 26(3) (2022)
- After long drought, cobra outbreak sweeps Greater Jakarta, Central Java (The Jakarta Post, 2019)
- DPKP Kota Bogor evakuasi sanca tiga meter dari rumah warga (Antara)
Artikel ini bersifat edukasi. Untuk kondisi medis, segera hubungi tenaga kesehatan. Untuk ular di lokasi Anda, hubungi petugas berpengalaman, jangan ditangani sendiri.