Di film, korban gigitan ular selalu disedot lukanya atau diikat kencang. Di dunia nyata, cara-cara itu justru dapat memperburuk keadaan. Menurut penjelasan dokter spesialis emergency medicine bidang toksinologi dalam sebuah wawancara, riset WHO menyatakan tidak ada satu pun cara pengobatan tradisional yang terbukti mengeluarkan bisa dari tubuh.
Mitos dan faktanya
1. "Luka harus disedot supaya bisanya keluar"
Fakta: Menyedot luka tidak efektif dan tidak dianjurkan dalam pedoman Kemenkes yang dikutip media. Mulut penolong juga bisa terluka.
2. "Bagian atas luka harus diikat kencang"
Fakta: Bisa tidak dihentikan oleh ikatan kencang. Ikatan dapat merusak jaringan dan menghambat aliran darah. Imobilisasi lebih tepat.
3. "Luka harus disayat atau ditusuk jarum"
Fakta: Tidak dianjurkan. Risikonya perdarahan dan infeksi, tanpa manfaat terbukti.
4. "Direndam air garam, dikompres es, atau dioles minyak gosok"
Fakta: Tidak ada bukti manfaat. Bahan-bahan itu dapat memperburuk luka dan menunda pertolongan yang benar.
5. "Bisa masuk lewat pembuluh darah"
Fakta: Bisa terutama menyebar melalui getah bening. Itu sebabnya pergerakan otot sebaiknya diminimalkan dan bagian yang digigit diimobilisasi.
6. "Kalau tidak sakit berarti ularnya tidak berbisa"
Fakta: Ular belang seperti weling dan welang dapat menggigit dengan rasa sakit minim, tetapi bisanya berbahaya. Lihat penjelasannya.
7. "Ular kecil tidak berbahaya"
Fakta: Anak ular berbisa pun sudah memiliki kelenjar bisa: baca di sini.
8. "Tangkap atau bunuh ularnya supaya dokter tahu jenisnya"
Fakta: Jangan. Mencoba menangkap ular meningkatkan risiko gigitan tambahan. Cukup foto dari jarak aman atau ingat ciri-cirinya.
9. "Cukup minum ramuan, tidak perlu ke rumah sakit"
Fakta: Satu-satunya terapi spesifik adalah serum anti bisa yang diberikan tenaga medis, itu pun hanya untuk jenis tertentu: serum anti bisa ular.
10. "Kalau sudah beberapa jam dan masih baik, berarti aman"
Fakta: Gejala dapat muncul tertunda. Observasi di fasilitas kesehatan tetap diperlukan.
Jadi apa yang benar?
Tenang, imobilisasi, hindari semua cara tradisional di atas, dan segera ke IGD. Langkah berurutan ada di panduan pertolongan pertama dan halaman interaktifnya.
Pertanyaan umum
Kenapa mitos ini begitu populer?
Karena terlihat logis ("keluarkan racunnya") dan sering muncul di film. Tetapi tubuh tidak bekerja seperti itu pada kasus bisa ular.
Apakah boleh membalut luka?
Imobilisasi dengan bidai atau perban elastis yang tidak ketat dianjurkan. Yang dilarang adalah ikatan kencang yang menghambat aliran darah.
Rujukan
- Digigit ular berbisa jangan diikat atau disedot (JPNN)
- Mitos vs fakta pertolongan pertama gigitan ular (detikJabar)
- Bukan direndam air garam (detikHealth)
- Yang perlu dilakukan saat dipatuk ular (Alodokter)
Artikel ini bersifat edukasi. Untuk kondisi medis, segera hubungi tenaga kesehatan. Untuk ular di lokasi Anda, hubungi petugas berpengalaman, jangan ditangani sendiri.